Pengaruh Kalor terhadap Zat: Suhu


1. Pengaruh kalor terhadap suhu zat

Kalor adalah bentuk energi yang mengalir dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Jika dua buah benda, yang salah satu benda mula-mula lebih panas dari pada benda yang lain, saling bersentuhan, maka suhu kedua benda tersebut akan sama setelah waktu yang cukup lama. Benda yang bersuhu tinggi memberi energi ke benda yang bersuhu rendah.

Saat kedua benda suhunya sama maka benda berada dalam keadaan setimbang termal. Terdapat sebuah kuantitas skalar yang dinamakan suhu (temperatur) yang merupakan sebuah sifat semua benda (sistem), sehingga kesamaan suhu merupakan syarat untuk keadaan setimbang termal. Alat untuk mengukur suhu atau temperatur suatu benda disebut termometer. Jenis termometer yang biasa digunakan adalah termometer Celsius, Fahrenheit, dan Reamur.

a. Kalor Jenis


http://slideplayer.com/slide/7582775/
Berdasarkan gambar diatas, kenaikan suhu yang dialami air dan tanah berbeda, kenaikan suhu tanah lebih cepat mengalami kenaikan suhu daripada air, ternyata kenaikan suhu memperhatikan jenis zat, selain itu memperhatikan jumlah massa zat dan nilai kenaikan suhu zat tersebut. Mari kita perhatikan eksperimen mencampurkan air panas dengan air dingin dibawah
Sebuah eksperimenn mencoba mencampur air panas dan air dingin dengan cara menumpuk dua gelas berisi air panas dan air dingin. Ketika air panas berada di posisi atas, air dalam kedua gelas ini tidak mau bercampur. Tapi saat gelas air dingin berada di atas, air langsung bercampur. Hal ini membuktikan bahwa kalor jenis air panas dan air dingin berbeda.
Jika kita memanaskan suatu zat maka jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat tersebut tergantung berapa jumlah massa air, jenis zat, dan nilai kenaikan suhu zat tersebut. Ketergantungan jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu terhadap jenis zat disebut dengan istilah kalor jenis yang diberi simbol dengan c. Maka kalor jenis suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan setiap kilogram massa untuk menaikkan atau menurunkan suhunya satu Kelvin atau satu derajad Celsius.



 Keterangan:

Q = jumlah kalor yang diberikan pada zat (kal atau j)
c = kalor jenis zat (kal/gr.°C atau j/gr.°C)
m = massa zat (kg)
∆T = kenaikan suhu zat (°C atau K)
b. Kapasitas kalor
Tekan tombol "play". Lalu lihat apa yang terjadi. Anda amati animasi diatas. Pada animasi diatas menjelaskan bahwa tanah dan air menerima besar energi termal yang sama, tetapi dibandingkan dengan tanah, air membutuhkan lebih banyak energi untuk menaikkan suhu sebbesar 1 derajat. Kapasitas yang dibutuhkan untuk menyerap energi kalor untuk menaikkan atau menurunkan kalor disebut kapasitas kalor
Kapasitas kalor suatu benda adalah jumlah kalor yang diperlukan atau dilepaskan jika suhu benda tersebut dinaikkan atau diturunkan satu Kelvin atau satu derajat Celsius. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu yang sama dari suatu benda tentu saja berbeda dibandingkan dengan benda lain. Kapasitas kalor (C) zat dirumuskan sebagai perbandingan antara kalor yang diberikan pada zat dengan kenaikan suhu zat yang diakibatkan oleh pemberian kalor tersebut,


Keterangan:
C = kapasitas kalor zat (J/K atau Kal/°C atau J/°C)
Q = jumlah kalor yang diberikan pada zat (kal atau j)
∆T = kenaikan suhu zat (°C atau K)
Hubungan antara kapasitas kalor C dengan kalor jenis c suatu zat dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan,

Sumber:
Bunga, H, dan Syifa N., (2016). Makalah Kalor dan Suhu. 
Bitar. 2016. Kalor: Pengertian, Perpindahan, Kapasitas, Rumus dan Contoh Aplikasi.Diakses dari http://www.gurupendidikan.co.id/kalor-pengertian-perpindahan-kapasitas-jenis-dan-rumus-beserta-contohnya-lengkap/. (4 Februari 2018)
Hadi, Abdul. Tanpa tahun. Pengertian, Rumus, Kapasitas, Perpindahan Kalor, dan Kalor Jenis. Diakses dari http://www.softilmu.com/2015/10/Pengertian-Rumus-Satuan-Perpindahan-Kapasitas-Kalor-Jenis-.html. (4 Februari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib