Pemanfaatan kalor dalam kehidupan sehari-hari dapat kita jumpai dari peralatan rumah tangga disekitar kita. Kalor adalah salah satu bentuk energi maka satuan kalor pun sama dengan satuan energi, yaitu joule atau kalori. Kalor dapat menaikkan suhu suatu zat dan dapat mengubah wujud zat. Benda yang mendapat kalor suhunya naik, sedang yang melepas kalor suhunya turun.
1. Termos
Bagian-Bagian Termos
·
Tutup Sumbat Termos = Mencegah perpindahan kalor
secara konduksi.
· Dinding Dalam Kaca = Mencegah perpindahan kalor dari
air panas agar tidak diserap oleh dinding.
·
Dinding Luar Kaca = Mencegah perpindahan kalor
secara radiasi.
· Ruang Hampa Udara (Vakum) = Membatasi kemungkinan
panas hilang dari dalam atau masuk ke dalam termos dengan konveksi.
·
Dinding Pelingdung Kaca = Sebagai isolator antara
tabung kaca dengan udara sekitar
·
Karet Penahan Kaca = Menjaga posisi botol (kaca)
tetap ditempatnya
Termos menggunakan bahan yang bersifat adiabatik. Bahan
adiabatik secara ideal menghambat atau tidak memungkinkan terjadinya interaksi,
antara sistem dengan lingkungan, tidak ada perpindahan kalor antara sistem
dalam termos dengan lingkungannya. Akibatnya tidak terjadi pertukaran suhu. Dengan menggunakan bahan adiabatik ini termos mampu
mempertahankan suhu air yang berada di dalamnya. Dan
suhu air tidak terkontaminasi dengan suhu lingkungannya.
Termos air terbuat dari tabung kaca yang berongga dan
berwarna putih mengikap (spt cermin). Susunannya yang paling dalam adalah kaca tersebut,
kemudian ada celah udara dan terakhir dinding termos. jadi antara didnding
termos dengan tabung ada lapisan udara. Elemen utama termos air adalah tabung kaca yang hampa
udara di sekeliling termos tersebut (seperti gelas, tapi pinggirnya tebal &
hampa udara di tengahnya bukan solid/pejal seperti pinggiran gelas). Sedangkan
penutup luarnya (biasanya terbuat dari aluminium) berfungsi sebagai isolator
antara tabung kaca dengan udara sekitar.
Prisip kerjanya kalor yang masuk dalam tabung tidak bisa
merambat keluar karena dihambat oleh kaca yang mempunyai warna putih dan
mengkilap (warna putih dan mengkilap itu menyerap sedikit kalor dibandingkan
dgn warna gelap), kemudian kalor dihambat oleh celah yg hampir hampa udara pada
tabung kaca, setelah itu masih dihambat lagi sama celah udara antara tabung dan
dinding (karena udara adalah penghantar panas yg kurang baik) dan terakir
adalah panas dihambat keluar oleh dinding termos yg biasa terbuat dari plastik
atau logam perak yang penghantar panasnya kurang
baik .
Termos dibuat dari kaca yang berdinding rangkap, diantara
dinding itu dibuat hampa udara dan salah satu dindingnya dilapisi oleh lapisan
yang mengkilap (perak). Di termos terdapat dua dinding kaca, yang masing-masing
dibuat mengilap. Bagian dalam dibuat mengkilap agar kalor dari air panas tidak
diserap oleh dinding. Sedangkan bagian luar dinding kaca dibuat mengilap dan
dilapisi dengan perak, tujuannya agar tidak terjadi perpindahan kalor
secara radiasi. Dengan kata lain, radiasipanas
yang dipancarkan oleh air dapat ditahan oleh dinding dalam termos yang terbuat
dari bahan mengkilap ini. Dengan demikian, air panas tersebut dapat bertahan
dalam termos ini dalam beberapa hari.Diantara dinding termos dibuat ruang hampa
udara, Ruang hampa udara disini digunakan untuk mencegah
perpindahan kalor secara konveksi.
2. Kulkas
Bila dikategorikan secara umum, ada 9
komponen utama dalam kulkas dengan fungsinya masing-masing, yaitu:
1. Kompresor
2. Kondensor
3. Filter
4. Evaporator
5. Thermostat
6. Heater
7. Fan Motor
8. Overload Motor Protector
9. Bahan Pendingin
Penjelasan:
1.
Yang pertama adalah Kompresor, merupakan
unsur terpenting yang berfungsi untuk memompa bahan pendingin ke seluruh
bagian.
2.
Selanjutnya adalah Kondensor, berfungsi
sebagai alat penukar kalor dalam proses perubahan wujud gas bahan pendingin,
yang pada suhu dan tekanan tinggi diubah menjadi wujud cair.
3.
Lalu ada Filter, yang berfungsi sebagai penyaring kotoran yang
mungkin terbawa masuk aliran pendingin ke kulkas setelah proses sirkulasi.
4.
Ada Evaporator, memiliki fungsi untuk menyerap kalor dari
benda yang dimasukkan, kalor yang sudah terhisap akan mendinginkan bahan
makanan itu.
5.
Komponen kelima adalah Thermostat, berperan
sebagai pengatur kerja kompresor secara otomatis berdasar pada batasan suhu di
setiap bagian kulkas.
6.
Lalu ada Heater, berguna untuk mencairkan bunga es yang
terbentuk di dalam evaporator.
7.
Selanjutnya ada Fan Motor, digunakan untuk
menghembuskan udara dingin dari evaporator ke seluruh bagian kulkas dan
mendorong udara melalui kompresor.
8.
Lalu ada Overload Motor Protector, berguna sebagai pelindung
komponen listrik dari kerusakan apabila arus listrik yang
dihasilkan kompresor melebihi normal.
9.
Komponen terakhir adalah Bahan Pendingin (Refrigerant),
berwujud sebagai zat yang mudah diubah bentuknya dari wujud gas menjadi wujud
cair, atau sebaliknya.
Bagaimana prinsip kerja dari kulkas?
Seperti
yang kita ketahui, energi panas selalu bergerak menuju ke daerah yang lebih
dingin. Bagaimana lemari es bisa melakukan hal yang sebaliknya? Mengalirkan
energi panas dari dalam ke udara yang lebih hangat di luar?
Meskipun
memiliki cara kerja yang berlawanan, prinsip kerja lemari es masih berhubungan
erat dengan hukum perpindahan kalor. Sebuah lemari es harus melakukan tugas
untuk membalikkan arah normal aliran energi panas. Tugas itu melibatkan
penggunaan energi yang bertujuan untuk memindahkan sesuatu, dan untuk
melakukannya sebuah lemari es membutuhkan energi. Dalam kasus ini, energi itu
disediakan oleh listrik.
Kunci
proses kulkas dan sistem pendingin lain agar dapat bekerja terdapat pada
refrigeran. Refrigeran ialah zat semacam Freon yang bertitik didih rendah
sehingga dapat memfasilitasi perubahan bentuk antara cair dan #gas. Sebagai
cairan, refrigeran berperan dalam penyerapan energi panas dari udara dingin di
dalam lemari es untuk diubah menjadi gas.
Jadi
pertama-tama, energi panas ditransfer ke dalam lemari es untuk menjadi cairan
dingin yang melewati sebuah mesin evaporator. Lalu referigeran, yang sudah
dibahas sebelumnya, menyerap energi panas agar menjadi lebih hangat lalu
akhirnya berubah bentuk menjadi gas. Gas yang terbentuk sebelumnya, dialirkan
melalui compressor agar cairan pendingin memiliki temperatur yang lebih tinggi.
Refrigeran
dengan suhu yang lebih tinggi tersebut selanjutnya mengalir melalui kondensor,
dimana terjadi transfer energi panas ke kumparan pendingin kondensor.
Akhirnya, refrigeran tersebut kehilangan energi panasnya dan berubah menjadi
energi dingin kembali, serta mengalami peristiwa kondensasi menjadi cairan.
Selanjutnya
refrigeran masuk ke tabung Ekspansi, dimana merupakan tempat yang memiliki
ruangan untuk menyebarkan cairan keluar dalam rangka menurunkan suhu menjadi
lebih rendah. Cairan dingin hasil refrigeran tersebut kemudian mengalir kembali
ke evaporator. Selanjutnya siklus itu kembali berulang.
3. Setrika
Setrika merupakan
alat vital yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan rumah tangga sehari-hari.
Tahukah kalian jika pada zaman dahulu setrika yang digunakan adalah setrika
yang berbahan bakar arang? Dimana arang dibakar terlebih dahulu sampai mencapai
temperatur yang coock dengan bahan pakaian yang akan dikenai setrika.
Namun
setrika arang telah ditinggalkan karena ketidakpraktisan dalam penggunaannya di
masa kini. Pengganti setrika arang tersebut adalah setrika listrik yang relatif
murah dan mudah ditemukan di pasaran.
Ternyata, setrika listrik itu sendiri dikategorikan lagi menjadi 2 jenis,
yaitu:
1)
Setrika Listrik
Biasa dengan Pengatur Panas
Setrika
jenis ini lebih baik dibandingkan jenis kedua. Terutama dengan adanya pengatur
suhu yang dapat mengatur tersambung tidaknya sumber listrik pada setrika.
Keadaan ini menjamin terhindarnya pengguna dari kemungkinan panas setrika yang
berlebihan. Suhu setrika dapat diatur berdasarkan kebutuhan panas jenis kain
yang akan disetrika. Posisi pengatur suhu umumnya terletak di bawah gagang
setrika.
2)
Setrika Listrik
Tanpa Pengatur Panas
Setrika
ini merupakan jenis setrika yang paling sederhana. Setelah kabel disambungkan
pada sumber listrik, maka arus listrik akan mengalir menuju elemen, lalu
setrika perlahan-lahan menjadi panas. Keadaan yang dibiarkan terjadi
terus-menerus akan menyebabkan kerusakan pada setrika karena terlampau panas.
Pada umumnya seterika listrik partable banyak dipakai
untuk keperluan rumah tangga,sedangkan seterika listrik yang besar seperti roll
iron dan press iron banyak dipakai di hotel-hotel , di rumah sakit dan binatu.
Prinsip kerja
seterika listrik adalah mengubah
energi listrik menjadi enerji panas melalui elemen pemanas dimana panas yang
dihasilkan dikumpulkan oleh besi pengumpul panas yang kemudian melalui gosokan
diteruskan pada objek yang akan diseterika.
Bagian-bagian utama dari seterika listrik terdiri dari :
Elemen Panas
Sebagai sumber panas seterika listrik digunakan
elemen pemanas berupa kawat nikelin berbentuk pipih yang dililitkan pada
lembaran mika yang dibentuk sedemikian rupa sesuai bentuk alas seterika,
sehingga panasnya dapat tersebar merata. Elemen pemanas ini terisolasi terhadap
badan seterika.
Pada seterika listrik model yang lain, kawat nikelin
digulung menyerupai bentuk spiral dan dimasukkan dalam selongsong/pipa sebagai
pelindung.
Agar arus listrik tidak mengalir kebadan seterika, antara spiral nikelin dengan pipa disekat/diisolasi dengan bahan oksida magnesium. Pada seterika model yang lama, spiral nikelin diberi selongsong dari bahan keramik/batu tahan api sebagai pelindung dan sekaligus sebagai isolator. Perhatikan gambar di bawah ini
Agar arus listrik tidak mengalir kebadan seterika, antara spiral nikelin dengan pipa disekat/diisolasi dengan bahan oksida magnesium. Pada seterika model yang lama, spiral nikelin diberi selongsong dari bahan keramik/batu tahan api sebagai pelindung dan sekaligus sebagai isolator. Perhatikan gambar di bawah ini
Besi Pengumpul Panas
Besi pengumpul panas atau yang sekaligus sebagai bagian
dasar/alas dari seterika, berbentuk plate yang dilapisi bahan anti karat dan
anti lengket, dan bagian ini harus selalu bersih karena langsung dengan objek
yang diseterika (pakaian).
Besi Pemberat
Besi Pemberat
Pada seterika yang lama, dilengkapi dengan besi pemberat,
karena daya rata-rata seterika listrik 350 watt, sedang objek/bahan yang
diseterika kebanyakan dari jenis katun, yang pelicinannya memerlukan tekanan
yang cukup kuat.
Seterika listrik model yang lebih baru, tidak lagi dilengkapi dengan besi pemberat, dengan alasan bahwa objek/bahan yang diseterika sudah banyak bahan dari jenis sintetis dan lebih lembut.
Seterika listrik model yang lebih baru, tidak lagi dilengkapi dengan besi pemberat, dengan alasan bahwa objek/bahan yang diseterika sudah banyak bahan dari jenis sintetis dan lebih lembut.
Tutup dan pemegang seterika
Tutup seterika berguna untuk melindungi bagian dalam seterika
yang dialiri arus listrik terhadap sentuhan pemakaiannya, dan juga berfungsi
agar panas tidak menyebar langsung ke udara bebas. Sedangkan pemegang seterika
biasanya dari bahan yang tidak mengalirkan panas dan juga tidak mengalirkan
arus listrik. Untuk itu bagian ini biasanya terbuat dari kayu, ebonit atau
karat.
Terminal dan Kabel penghubung
Terminal berguna untuk menghubungkan rangkaian dalam seterika
dengan sumber tegangan dari kotak-kontak dinding, melalui kabel penghubung.
Beberapa model seterika listrik menggunakan terminal yang merupakan tempat persambungan antara ujung kawat elemen yang disambung pada tusuk kontak (stiker) dengan kabel penghubung luar yang disambung pada kontra steker, sehingga pada saat tidak digunakan kabel penghubung dapat dilepas dan disimpan terpisah dari setrikanya.
Beberapa model seterika listrik menggunakan terminal yang merupakan tempat persambungan antara ujung kawat elemen yang disambung pada tusuk kontak (stiker) dengan kabel penghubung luar yang disambung pada kontra steker, sehingga pada saat tidak digunakan kabel penghubung dapat dilepas dan disimpan terpisah dari setrikanya.
Pengatur Panas
Setrika dengan pengatur panas otomatis menggunakan komponen
tambahan berupa termostat yang tersusun dari bahan bimetal yaitu lempengan dua
logam yang berbeda koefisien muai panjangnya, disatukan menjadi satu lempengan.
Apabila lempengan logam ini terkena panas, maka salah satu jenisnya akan memuai
lebih dahulu, sehingga lempengan tadi membengkok, yang arah bengkoknya ini
kemudian dimanfaatkan untuk melepas/menghubungkan kontak, jadi bila panas
berlebihan, kontak memutus sehingga elemen pemanas tidak
lagi dialiri arus listrik, tapi bila panasnya mulai rendah lagi kontak akan
menghubung kembali dan arus listrik kembali mengali melalui elemen pemanas.
Dengan demikian kondisi panas seterika dapat dipertahankan pada panas tertentu
sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan tombol pengatur panas.
Pompa Air
Pada setrika yang menggunakan uap air mempunyai tabung air
dan dilengkapi dengan pompa air.Pompa air ini berfungsi untuk menyemprotkan air
pada objek yang diseterika, terutama pada bahan yang tebal/katun, guna
mendapatkan hasil seterika yang baik dan rapi.
Sumber
http://www.prinsipkerja.com/prinsip-kerja/prinsip-kerja-kulkas-lemari-es/
http://sikil-rayapen.blogspot.co.id/2015/03/Pengertian-Jenis-jenis-Bagian-bagian-dan- Prinsip-Kerja-Seterika.html?m=1
http://flamoniaa.blogspot.co.id/2013/05/makalah-prinsip-kerja-termos.html
Sumber
http://www.prinsipkerja.com/prinsip-kerja/prinsip-kerja-kulkas-lemari-es/
http://sikil-rayapen.blogspot.co.id/2015/03/Pengertian-Jenis-jenis-Bagian-bagian-dan- Prinsip-Kerja-Seterika.html?m=1
http://flamoniaa.blogspot.co.id/2013/05/makalah-prinsip-kerja-termos.html








Tidak ada komentar:
Posting Komentar