Apakah kalian pernah memperhatikan mengapa rel kereta api bercelah? Mari kita amati video dibawah
Pada siang hari, rel kereta akan memuai sehingga dibutuhkan celah agar rel tidak melengkung. Mari kita tinjau pemuaian dari geomterinya
a. Pemuaian panjang
a. Pemuaian panjang
Semua ukuran benda akan berubah jika terjadi
pemuaian. Pemuaian benda pada umumnya terjadi ke segala arah, yaitu ke arah
panjang , lebar, dan tebal. Akan tetapi jika hanya diperhatikan dalam arah
panjang saja, berarti yang dibahas adalah muai panjang atau muai linier saja
tapa memperhitungkan arah pemuaian yang lain.
Untuk membedakan sifat pemuaian berbagai macam
zat, digunakan konsep koefisien muai dan untuk pemuaian panjang disebut dengan
koefisisen muai panjang. Koefisien muai panjang didefinisikan sebagai
perbandingan antara pertambahan panjang batang dari panjangnya semula untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu satuan suhu. Berikut adalah nilai
koefisien mulai panjang beberapa bahan:
Keterangan:
α = koefiesien muai panjang (°C-1)
∆l = pertambahan panjang batang (m)
b. Pemuaian luas
Suatu benda tipis berbentuk luasan tertentu dengan panjang dan
lebarnya
dipanaskan
sehingga suhu benda bertambah dari
menjadi T+∆T . Jika pemuaian linier dinyatakan sebagai
maka pemuaian luasan dapat ditulis sebagai berikut.
Suku kuadratis sering diabaikan karena koefisien muai termal sangat
kecil sehingga persamaannya menjadi.
c. Pemuaian Volume
Jika suatu benda berbentuk kubus dengan ukuran sisi-sisinya
dipanaskan
sehingga suhunya bertambah sebesar
. Jika pemuaian linier dinyatakan sebagai
maka pemuaian volume dapat ditulis sebagai berikut.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar